Mengenai Saya

Foto saya
BOJONEGORO, JAWA TIMUR, Indonesia
KPRI SEJAHTERA DEPPEN adalah Koperasi Pegawai Republik Indonesia yg didirikan dilingkungan Instansi, awalnya nama instansi Kantor Departemen Penerangan Kabupaten Bojonegoro yg kemudian diera Otoda nama instansi berubah menjadi Dinas Infokom dan sekarang berubah Dinas Kominfo. Sebagai Anggotanya adalah para Pegawai dilingkungan Instansi dan termasuk para purnakaryawan, dan pegawai di instansi yang terkait sesuai ketentuan Anggaran Dasar yg tertuang dalam akta pendirian. BADAN HUKUM NO. 5640/BH/II/1984 TGL 13 SEPTEMBER 1996, yang lalu mengalami Akta Perubahan. Alamat semula Jl. Jenderal A. Yani no. 4 Telp. 0353-881454.E mail : kprisejahteradeppen@gmail.com Dan kemudian berpindah ke dekat RKPD, lalu pindah ketempat milik sendiri di Jl. ARIF RAHMAN HAKIM NO. 3 SUKOREJO BOJONEGORO.

Jumat, 20 Oktober 2023

QS. AL MAIDAH AYAT 48

 Surat Al-Ma'idah Ayat 48

وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ ۖ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ عَمَّا جَاءَكَ مِنَ الْحَقِّ ۚ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا ۚ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَٰكِنْ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ ۖ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ ۚ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ



Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu

Sabtu, 14 Oktober 2023

Kamis, 12 Oktober 2023

100 nama akun dalam akuntansi

 100 Nama Akun dalam Akuntansi dan Penjelasannya 

Berikut 100 nama akun dalam akuntansi dan penjelasannya, 


Kas: Mencatat uang tunai dan setara kas yang dimiliki oleh perusahaan.

Bank: Mencatat saldo rekening bank yang dimiliki oleh perusahaan.

Piutang: Mencatat tagihan atau hutang dari pelanggan yang belum dibayar.

Persediaan: Mencatat inventaris barang dagangan yang dimiliki oleh perusahaan.

Aset Tetap: Mencatat aset perusahaan yang memiliki umur lebih dari satu tahun, seperti gedung, tanah, mesin, dan kendaraan.

Akumulasi Penyusutan: Mencatat nilai penyusutan dari aset tetap perusahaan.

Akun Pendapatan: Mencatat pendapatan yang dihasilkan oleh perusahaan dari penjualan barang atau jasa.

Diskon Penjualan: Mencatat potongan harga atau diskon yang diberikan pada pelanggan atas pembelian barang atau jasa.

Harga Pokok Penjualan: Mencatat biaya produksi atau pembelian barang yang dijual oleh perusahaan.

Beban-biaya: Mencatat pengeluaran atau biaya-biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam menjalankan usahanya.

 Gaji: Mencatat pengeluaran gaji karyawan perusahaan.

Asuransi: Mencatat pengeluaran asuransi yang dibayar oleh perusahaan.

Bunga: Mencatat bunga yang diterima atau dibayar oleh perusahaan.

Pajak: Mencatat pajak yang harus dibayar oleh perusahaan.

Beban Listrik: Mencatat pengeluaran listrik yang dikeluarkan oleh perusahaan.

Beban Air: Mencatat pengeluaran air yang dikeluarkan oleh perusahaan.

Beban Telepon: Mencatat pengeluaran telepon yang dikeluarkan oleh perusahaan.

Beban Sewa: Mencatat pengeluaran sewa yang dikeluarkan oleh perusahaan.

Beban Bunga Bank: Mencatat pengeluaran bunga bank yang harus dibayar oleh perusahaan.

Beban Depresiasi: Mencatat pengeluaran penyusutan dari aset tetap perusahaan.

Utang: Mencatat kewajiban atau utang yang harus dibayar oleh perusahaan.

Modal: Mencatat investasi pemilik atau modal yang dimiliki oleh perusahaan.

Laba: Mencatat keuntungan atau laba yang dihasilkan oleh perusahaan.

Rugi: Mencatat kerugian atau rugi yang dialami oleh perusahaan.

Utang Jangka Pendek: Mencatat utang yang harus dibayar dalam waktu kurang dari satu tahun.

Utang Jangka Panjang: Mencatat utang yang harus dibayar dalam waktu lebih dari satu tahun.

 Ekuitas: Mencatat nilai investasi pemilik atau saham perusahaan.

Pajak Penghasilan: Mencatat pajak yang harus dibayar oleh perusahaan atas keuntungan yang diperoleh.

Retur Penjualan: Mencatat barang yang dikembalikan oleh pelanggan setelah pembelian.

Aktiva: Mencatat sumber daya ekonomi yang dimiliki oleh suatu bisnis atau perusahaan, yang dapat memberikan manfaat ekonomi di masa depan. 

Kewajiban: Mencatat kewajiban finansial atau hutang yang dimiliki oleh perusahaan kepada pihak ketiga yang harus dilunasi pada masa depan. 

Harga Pokok Penjualan: Mencatat biaya yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan untuk memproduksi barang atau jasa yang dijual selama periode tertentu. Perhitungan dan pencatatan HPP meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik yang diperlukan untuk menghasilkan produk atau jasa.

Beban Penjualan: Mencatat biaya-biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam usaha untuk memasarkan dan menjual produk atau jasa kepada pelanggan. 

Beban Administrasi dan Umum (BAU): Mencatat biaya-biaya yang terkait dengan aktivitas operasional dan administratif suatu perusahaan, yang tidak secara langsung terkait dengan kegiatan produksi barang atau jasa.

Pendapatan Lain-lain: Mencatat penghasilan yang diperoleh oleh perusahaan selain dari kegiatan utama yang dijalankan, seperti penjualan barang atau jasa.

Beban Lain-lain: Mencatat biaya-biaya yang tidak terkait dengan aktivitas operasional utama perusahaan, namun tidak dapat diidentifikasi sebagai biaya administrasi dan umum atau biaya penjualan.

Piutang Usaha (account receivable): Mencatat dana yang belum diterima oleh perusahaan dari konsumen yang telah membeli namun belum membayarnya secara penuh.

Asuransi dibayar di muka (prepaid Insurance): Mencatat pembayaran premi asuransi di muka oleh perusahaan. 

Perlengkapan kantor (office supplies): Mencatat biaya pembelian perlengkapan atau alat-alat kantor yang digunakan untuk keperluan operasional perusahaan, seperti pena, kertas, staples, dan lain-lain.

PPN masukan (input VAT): Mencatat Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang dikenakan pada pembelian barang atau jasa oleh perusahaan. 

PPN keluar (output VAT): Mencatat Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang dikenakan pada penjualan barang atau jasa oleh perusahaan. 

Akumulasi penyusutan gedung: Mencatat total penyusutan yang telah dibebankan pada gedung perusahaan sejak gedung tersebut diakui sebagai aset tetap perusahaan.

Akumulasi penyusutan kendaraan: Mencatat total penyusutan yang telah dibebankan pada kendaraan perusahaan sejak kendaraan tersebut diakui sebagai aset tetap perusahaan.

Akumulasi penyusutan peralatan: Mencatat total penyusutan yang telah dibebankan pada peralatan perusahaan sejak peralatan tersebut diakui sebagai aset tetap perusahaan.

Utang pajak (Tax payable): Mencatat pajak yang harus dibayarkan oleh perusahaan kepada pihak ketiga, seperti pajak penghasilan, pajak pertambahan nilai (PPN), pajak bumi dan bangunan (PBB), dan sebagainya.

Beban yang masih harus dibayar (expense payable): Mencatat beban yang telah dikeluarkan oleh perusahaan, tetapi belum dibayar pada akhir periode pelaporan. 

Modal saham (capital stock): Mencatat investasi dari pemilik perusahaan dalam bentuk saham.

Dividen (dividend): Mencatat pembagian laba atau keuntungan perusahaan kepada para pemegang saham.

Rumah tangga kantor (office household): Mencatat transaksi keuangan yang terkait dengan penggunaan aset atau sumber daya perusahaan untuk kepentingan operasional.

Beban piutang tak tertagih (bad debt expanse): Mencatat kerugian perusahaan akibat adanya piutang yang tidak bisa dipungut.

Beban penyusutan gedung: Mencatat pengurangan nilai gedung dalam kurun waktu tertentu, sebagai akibat dari penggunaannya dan faktor-faktor lain seperti usia, keausan, dan depresiasi.

Neraca (Balance sheet): Mencatat jumlah total aset perusahaan, jumlah total kewajiban perusahaan, dan ekuitas perusahaan pada akhir periode akuntansi.

Saldo menurut bank (Bank balance): Mencatat rekapitulasi atau catatan saldo uang yang tersimpan dalam rekening bank perusahaan pada suatu waktu tertentu.

Saldo menurut buku (Book balance): Mencatat saldo uang yang terdapat di dalam buku besar atau catatan keuangan perusahaan pada suatu waktu tertentu.

Saldo sebelum likuidasi: Mencatat saldo uang yang tercatat dalam buku besar perusahaan sebelum proses likuidasi dilakukan.

Rekonsiliasi bank: Mencatat proses penyesuaian catatan transaksi keuangan perusahaan dengan catatan transaksi keuangan bank untuk memastikan bahwa saldo akun bank perusahaan sejalan dengan saldo akun bank yang tercatat oleh bank itu sendiri.

Rekening koran: Mencatat, membandingkan, dan menyeimbangkan saldo rekening bank suatu perusahaan dengan saldo rekening yang tercatat di dalam buku besar perusahaan.

Laporan keuangan pokok: Mencatat dan memberikan informasi keuangan yang relevan kepada para pemangku kepentingan, seperti investor, kreditur, dan pihak berkepentingan lainnya. 

Saldo awal: Mencatat saldo terakhir yang tercatat pada akhir periode sebelumnya dan menjadi dasar untuk memulai periode akuntansi yang baru.

Nilai buku: Mencatat nilai atau harga suatu aset atau investasi yang dicatat pada buku akuntansi perusahaan. 

Break Even Point: Mencatat dan melakukan analisis biaya-volume-laba (Cost-Volume-Profit Analysis) yang digunakan untuk menghitung berapa banyak unit produk yang harus dijual agar perusahaan mencapai titik impas.

Anggaran: Mencatat rencana keuangan yang disusun oleh perusahaan untuk jangka waktu tertentu yang dapat berupa bulanan, triwulan, semesteran, atau tahunan.

Selisih anggaran: Mencatat selisih antara jumlah anggaran dan jumlah aktual yang terjadi dalam suatu periode. Jika anggaran dan jumlah aktual sama, artinya tidak ada selisih yang perlu dicatat.

Anggaran fleksibel: Mencatat dan mempertimbangkan kemungkinan perubahan dalam tingkat aktivitas atau volume penjualan.

Anggaran tetap: Mencatat nilai aset tetap yang dimiliki oleh perusahaan dalam jangka waktu lama, seperti gedung, peralatan, kendaraan, dan tanah.

Siklus Anggaran: Mencatat perencanaan, penetapan tujuan, pengumpulan data, penyusunan anggaran, pelaksanaan anggaran, pemantauan dan evaluasi kinerja, hingga revisi anggaran.

Biaya pabrikasi: Mencatat biaya-biaya produksi, mencakup biaya-biaya langsung dan tidak langsung, yang dikeluarkan dalam proses produksi.

Harga pasar: Mencatat dan menghitung nilai wajar suatu aset dalam situasi tertentu, seperti saat pengakuan aset di bawah akun akuntansi kerugian dan laba rugi..

Surat berharga (Marketable securities): Mencatat dan menghitung nilai aset perusahaan dan menentukan posisi keuangan perusahaan. 

Biaya pemasaran (Marketing Expense): Mencatat biaya-biaya yang dikeluarkan perusahaan dalam melakukan kegiatan pemasaran. 

Perkiraan bahan baku: Mencatat jumlah bahan mentah atau bahan baku yang dibeli oleh perusahaan untuk proses produksi. 

Buku besar bahan baku: Mencatat biaya bahan baku yang digunakan dalam produksi pada periode akuntansi tersebut.

Selisih komposisi bahan: Mencatat selisih biaya antara jumlah bahan baku yang seharusnya digunakan dan jumlah yang sebenarnya digunakan dalam produksi.

Selisih hasil bahan: Mencatat selisih biaya yang timbul antara jumlah produk yang seharusnya dihasilkan dari bahan baku yang digunakan dan jumlah produk yang sebenarnya dihasilkan. 

Persediaan barang dagangan: Mencatat nilai barang dagangan yang dimiliki perusahaan pada akhir periode akuntansi. 

Rekening campuran: Mencatat transaksi yang melibatkan beberapa jenis akun yang berbeda atau tidak dapat diidentifikasi dengan jelas.

Biaya iklan: Mencatat biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk mempromosikan produk atau jasa mereka melalui berbagai bentuk iklan. 

Pendapatan tidak wajar (Unusual income): Mencatat pendapatan yang berasal dari kegiatan yang tidak terkait dengan operasi normal bisnis, tidak dianggap sebagai pendapatan yang biasa diperoleh perusahaan.

Cadangan piutang tak tertagih: Mencatat estimasi kerugian yang mungkin timbul dari piutang yang tidak dapat ditagih.

Penyusutan atas harta tak berwujud: Mencatat pengurangan nilai harta tak berwujud (intangible asset) dari waktu ke waktu. 

Laporan tahunan: Mencatat informasi keuangan dan kinerja perusahaan selama satu tahun, yang mencakup tiga laporan keuangan utama, yaitu laporan laba rugi, neraca, dan laporan arus kas.

Harta: Mencatat semua aset yang dimiliki oleh perusahaan yang mempunyai nilai ekonomi, dapat diukur, dan diperoleh melalui transaksi atau kejadian masa lalu.

Pendekatan aktiva: Mencatat perkiraan nilai penurunan (depreciation) atau penyusutan (amortization) suatu aktiva tetap (fixed asset) yang dimiliki oleh perusahaan. 

Pendapatan audit: Mencatat pendapatan yang diperoleh oleh perusahaan jasa audit dari memberikan layanan audit kepada klien.

Biaya audit: Mencatat biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan jasa audit dalam memberikan layanan kepada klien. 

Buku besar utang: Mencatat utang perusahaan kepada pihak lain.

Daftar piutang usaha: Mencatat piutang perusahaan dari penjualan dengan sistem kredit kepada konsumen. 

Buku tambahan piutang: Mencatat rincian atau detail piutang dari pelanggan secara terperinci.

Biaya akuntan: Mencatat biaya jasa akuntansi atau konsultan pajak yang dikeluarkan oleh perusahaan. 

Laba akuntansi: Mencatat dan menghitung selisih antara pendapatan dan biaya yang terjadi selama periode akuntansi tertentu.

Biaya yang akan dibayar (Accrued expense): Mencatat biaya yang telah dikeluarkan oleh perusahaan tetapi belum dibayar pada akhir periode akuntansi. 

Pendapatan yang akan diterima (Accrued revenue): Mencatat pendapatan yang telah diterima oleh perusahaan tetapi belum diakui sebagai pendapatan pada akhir periode akuntansi.

Kewajiban lancar: Mencatat kewajiban yang harus diselesaikan oleh perusahaan dalam jangka waktu kurang dari satu tahun. 

Utang gaji: Mencatat gaji karyawan yang telah diperoleh tetapi belum dibayarkan pada akhir periode akuntansi.

Kewajiban imbalan kerja: Mencatat berbagai jenis imbalan bagi para pekerja yang telah memberikan jasanya. 

Kewajiban garansi: Mencatat berbagai biaya yang harus dibayarkan oleh perusahaan yang terkait dengan pemberian garansi produk pada konsumen.

Buku besar kas: Mencatat transaksi penerimaan dan pembayaran kas dalam urutan kronologis tanggal dengan penjelasan dan saldo ditarik pada akhir hari atau periode tertentu. 

Buku besar penjualan: Mencatat akun-akun langganan yang membeli barang dengan kredit dan mencatat setiap transaksi.

Buku besar piutang: Mencatat  berbagai jenis tagihan langganan kredit.

Retur pembelian: Mencatat pengembalian barang yang sudah dibeli oleh konsumen karena barang yang sudah dikirim tidak sesuai maupun tidak lengkap, bahkan rusak.

BIRUNYA CINTA

 


Akuntansi

 


Minggu, 29 Januari 2023

URAIAN TUGAS KARYAWAN

 

KPRI SEJAHTERA DEPPEN BOJONEGORO

URAIAN TUGAS KARYAWAN  SELAIN YANG RUTINITAS DAN INSIDENTIL

NO

URAIAN TUGAS

JADWAL WAKTU

PELAKSANA

KETERANGAN

1

Mencatat Transaksi pada BKM, BKK, BPJ, BU. (INDUK)

Setiap terjadi transaksi

ZUMROTUL AZIMAH

TRANSAKSI ANGGOTA

2

Mengerjakan Buku Daftar Kas Harian (INDUK )

Setiap saat sesuai bukti Transaksi

ZUMROTUL AZIMAH

SUMBER BKM, BKK

3

Membuat Jurnal (INDUK)yi. JKM,JKK,JPj, Jurnal Memorial

Setiap saat,sesuai bukti transaksi.

ZUMROTUL AZIMAH

SUMBER, BKM, BKK, BPJ, BU

4

Memposting ke BUKU BESAR masing masing rekening

Setiap Bulan

ZUMROTUL AZIMAH

SUMBER BUKU. JURNAL

5

Membuat Neraca Saldo INDUK

Setiap Bulan

ZUMROTUL AZIMAH

SUMBER Bk.BESAR

6

Mencatat Buku Bantu Piutang Insidentil/Sebrakan

Setiap saat,sesuai bukti transaksi

RIASATUL UMAMI

SUMBER BKM, BKK

7

 

Membuat Rekap Piutang Insidentil/Sebrakan

Setiap Bulan

RIASATUL UMAMI &

ZUMROTUL AZIMAH

SUMBER BUKU BANTU PIUTANG

8

Mencatat Buku Bantu Piutang Barang Dagangan Khusus

Setiap saat sesuai bukti Transaksi

RIASATUL UMAMI

SUMBER BKM, BKK , BPj

9

Membuat Rekap Piutang  Barang Dagangan Khusus

Setiap Bulan

RIASATUL UMAMI & ZUMROTUL AZIMAH      

SUMBER BUKU BANTU PIUTANG

10

Mencatat Buku Bantu Simpanan-Simpanan (Pokok, Wajib, Manasuka, Hari Raya, Rekreasi, dll)

Setiap saat, sesuai bukti transaksi.

RIASATUL UMAMI & ZUMROTUL AZIMAH      

SUMBER  BKM, BKK

11

Membuat Rekap SIMPANAN (POKOK, Wajib, MANASUKA, HARI RAYA, REKREASI, DLL)

Setiap Bulan

RIASATUL UMAMI & ZUMROTUL AZIMAH

SUMBER BUKU BANTU SIMPANAN.

 

 

 

 

 

12

Mencatat Transaksi pada BKM, BKK, BU (USP)

Setiap terjadi transaksi

RIASATUL UMAMI

TRANSAKSI ANGGOTA

13

Mengerjakan Buku Daftar Kas Harian (U S P)

Setiap saat, sesuai bukti transaksi

RIASATUL UMAMI

SUMBER BKM, BKK ,

14

Membuat Jurnal (U S P) yi. JKM,JKK, Jurnal Memorial

Setiap saat, sesuai bukti transaksi

RIASATUL UMAMI

SUMBER  BKM, BKK, BU.

15

Memposting ke BUKU BESAR masing masing rekening USP.

Setiap Bulan

RIASATUL UMAMI

SUMBER BUKU JURNAL

16

Membuat Neraca Saldo USP

Setiap Bulan

RIASATUL UMAMI

SUMBER Bk. BESAR

17

Mencatat Buku Bantu Piutang U S P

Setiap saat, sesuai bukti transaksi

RIASATUL UMAMI

SUMBER BKM, BKK ,

18

Membuat Rekap Piutang USP

Setiap Bulan

RIASATUL UMAMI

SUMBER BUKU BANTU PIUTANG

19

Mencatat pada BKK pembelian Brg Dgangan Toko, (jurnal pd. JKK Induk)

Setiap terjadi transaksi

RIASATUL UMAMI & ZUMROTUL AZIMAH

Transaksi PEMBELIAN

20

Mencatat pada BKM Penjualan Brg Dgangan Toko (jurnal pd. JKM Induk)

Setiap transaksi, secara kolektif

RIASATUL UMAMI & ZUMROTUL AZIMAH

TRANSAKSI PENJUALAN

21

Mencatat Penjualan dan Pembelian Deposit Pulsa (BKM, BKK, JKM, JKK)

Setiap terjadi transaksi

RIASATUL UMAMI & ZUMROTUL AZIMAH

TRNSAKSI PBELIAN DEPS.&PENJL.

22

 

Lain-lain tugas rutinitas dan Insidentil dan tugas khusus dari Pengurus.dan Pengawas

Sewaktu- waktu

RIASATUL UMAMI & ZUMROTUL AZIMAH

SUMBER SEMUA PENGURUS DAN PENGAWAS

                                                                                                           

KETERANGAN :

1.    Pada pelaksanaan tugas tersebut diatas dilakukan kontrol pemeriksaan  dan bimbingan          oleh:    BENDAHARA, SUNARINI, SH., M.HASYIM LUDFI.        

2.    Pelaksanaan kontrol, pemeriksaan dan bimbingan dilakukan setiap saat secara insidentil, berkala dan periodik.                                                                                 

                                                                                 BOJONEGORO, TGL 31 JANUARI 2023

                                                                                  PENGURUS KPRI SEJAHTERA DEPPEN BOJONEGORO

K E T U A,

                                                                                         

        NUR HARIYANTO ES, M.Si

 

 

 

                  

Jumat, 20 Januari 2023

Kata kata PENUH HIKMAH

 40 Kata-kata Indah Islami tentang Kehidupan, Menyejukan Hati dan Inspiratif

Oleh Rheza Aditya Gradianto pada 29 Okt 2020, 18:20 WIB


 Kata-kata indah Islami dapat kamu jadikan sebagai pelajaran dan menenangkan hatimu yang sedang gundah dan membawamu menjadi sosok muslim yang lebih baik.


Kutipan dalam kata-kata indah Islami ini akan memberikanmu motivasi dalam menjalani hidup di jalan Allah SWT dan membuatmu selalu mengingat kebesarannya.



 Kehidupan Sehari-hari

Hidup adalah perjalanan panjang yang harus kita tempuh. Islam memandang hidup sebagai persinggahan sementara kita di dunia, sebelum nanti hidup kekal dan abadi di akhirat.


Dengan itu semua, setiap muslim seharusnya bisa mengisi setiap waktu dalam hidup ini dengan kebaikan-kebaikan dan amalan baik sebagai bekal untuk menuju kehidupan yang lebih kekal dan abadi.


Ada kalanya permasalahan datang di dalam hidup ini yang dapat membuatmu menjadi putus asa dan kehilangan gairah atau semangat dalam memperjuangkan hidup.


Namun, sebagai seorang muslim jika kamu selalu mengingat akan kebesaran Allah dan selalu mendekatkan diri kepadanya, maka permasalahan yang datang akan mudah dilalui.


Untuk memberikanmu sebuah motivasi yang inspiratif agar selalu mendekatkan berada di jalan Allah, kamu dapat membaca kata-kata indah Islami.


Berikut 40 kata-kata indah Islami, yang dapat kamu jadikan sebagai inspirasi dalam menjalani kehidupan di dunia, seperti dirangkum dari Mutiara Islam, Kamis (29/10/2020).


Kata-kata Indah Islami tentang Kehidupan


1. "Sungguh, tak ada bahasa yang mampu mewakili pujian kepadaMu, kecuali kalimat singkat yang Engkau pilihkan sendiri untuk memujiMu, 'Subhanallah'."


2. "Allah menciptakan segala keindahan untuk dikagumi hingga ujungnya mengagumi diriNya."


3. "Potensi diri manusia bukanlah hanya sekadar alat survial, namun adalah alat untuk mendekati Sang Pencipta Kehidupan."


4. "Hidup butuh kepastian dan Allah SWT telah memberikan segala kepastian dalam kitab suci Al-Qur'an. Pastikan untuk tetap bersama kitab kepastian ini!"


5. "Hempasan badai kehidupan sebenarnya yang membuat manusia menjadi sadar dan penuh kesadaran, begitulah caraNya membuat manusia memiliki alasan untuk bersungguh-sungguh dalam menyembahNya!"


6. "Dalam konteks kesabaran, hinaan, dan cercaan adalah prosesi meluluhkan dosa manusia oleh Sang Maha Rahmat."


7. "Kalau saja tak ada kehidupan setelah mati, maka rugilah orang-orang miskin, bodoh, dan teraniaya! Robb, betapa adilnya diriMu."


8. "Lihatlah kebesaran Allah SWT di luar kepalamu, bukan di dalam rongga kepalamu yang sempit itu."


9. "Bukan lantaran ilmu yang menjejali kepala, namun hikmah yang menjejali hati yang menjadikan manusia rendah hati!"


10. "Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh)."



BACA JUGA:


11. "Setiap matahari terbenam mengurangi satu hari kehidupan kita. Tetapi setiap matahari terbit memberikan kita satu hari lagi untuk berharap."


12. "Hidup bukan tentang mendapatkan apa yang kamu inginkan, tapi tentang menghargai apa yang kamu miliki dan sabar menanti apa yang akan menghampiri."


13. "Dunia ini hanya setetes air. Kalau kau tak dapat jangan sedih, karena yang tak kau dapat hanya setetes. Dan kalau kau dapat jangan bangga, karena yang kau dapat hanya setetes."


14. "Dunia boleh kita kejar. Tapi jangan lupa akhirat, agar kelak tak menyesal."


15. "Hari ini dunia adalah nyata, dan akhirat hanya cerita. Tapi setelah mati, dunia hanya cerita, akhirat jadi nyata."


16. "Rahasia hidup tenang adalah dengan selalu menyertakan Allah dalam kehidupan kita dan menjalani hidup sesuai dengan tuntunan agama."


17. "Hubungkan semua urusan pada Allah, agar semua yang susah menjadi mudah, agar semua urusan menjadi berkah."


18. "Umur semakin bertambah, jangan biarkan dosa pun ikut bertambah. Hayat semakin berkurang, jangan biarkan iman pun ikut berkurang."


19. "Genggam duniamu, akhirat meninggalkanmu. Genggam akhiratmu, niscaya dunia datang padamu."


20. "Rencana Allah itu lebih baik dari rencanamu, jadi tetaplah berjuang dan berdoa hingga kau kan menemukan bahwa ternyata memang Allah memberikan yang terbaik untukmu."


BACA JUGA:


21. "Ubah kata lelah itu menjadi lillah, agar menjadi lebih berkah. Karena Allah menyukai hamba-Nya yang pekerja keras namun tetap taat kepada-Nya."


22. "Hisablah dirimu sendiri sebelum kamu dihisab di hadapan Allah, dan timbanglah amal perbuatan kamu sebelum amal itu ditimbang. "


23. "Jika surga adalah impianmu, maka genggam erat agamamu."


24. "Terkadang, rahmat bukan terletak pada apa yang Dia beri, tapi pada apa yang Dia ambil."


25. "Seseorang, di suatu tempat, saat ini, sedang berjuang untuk kehidupannya. Kamu masih memiliki dirimu, maka bersyukurlah dan manfaatkan waktumu untuk menjalankan ketaatan kepada Allah."


26. "Menjadi Muslim itu lebih dari sekedar berangkat ke masjid. Allah menginginkan ‘perhatian’ darimu, bukan hanya ‘kehadiran’ kamu."


27. "Allah saja masih mencintai dan menunjukkan kasih sayang-Nya kepada mereka yang tidak taat kepada-Nya, maka coba bayangkan berapa banyak yang Allah lakukan untuk orang yang mentaati-Nya."


28. "Jangan buang-buang air matamu pada hubungan yang rusak dengan seseorang yang pernah kamu cintai. Simpan air matamu untuk mempererat hubungan kamu dengan Allah."


29. "Siapa yang dapat membantumu melalui masalah-masalah yang kamu hadapi selain hanya Allah."


30. "Dia Maha Mengetahui segala yang tersembunyi di dalam hati."


31. "Akan datang kepada manusia suatu masa, di mana orang yang berpegang teguh pada agamanya seperti orang yang menggenggam bara api."


32. "Kesulitan akan selalu ada, tapi begitu juga dengan pertolongan Allah yang akan selalu hadir."


33. "Setiap ujian adalah rahmat, dan setiap rahmat adalah ujian."


34. "Jadilah seseorang di mata Allah, meskipun kamu bukan siapa-siapa di mata manusia."


35. "Sebelum beranjak tidur di setiap malamnya, berikanlah maaf kepada setiap orang dan istirahatlah dalam tidur dengan hati yang bersih."


36. "Selalu ucapkan kata-kata yang baik dan penuh kasih terhadap orang yang kamu sayangi. Siapa tahu itu mungkin akan menjadi saat terakhir kamu melihat mereka."


37. "Teruslah dekat dengan sesuatu yang mengingatkanmu kepada Allah."


38. "Jika kamu tidak ingin anak-anakmu menyakiti orang lain, maka jangan tunjukkan kepada mereka bagaimana melakukannya."


39. "Tak peduli betapa terlukanya kamu, kamu akan selalu menemukan kenyamanan dengan Allah."


40. "Mengapa berharap pada bintang ketika kamu dapat berdoa kepada Dia yang menciptakanNya.  


Loa....

Minggu, 15 Januari 2023

Foto dalam kegiatan

 Bbrpa foto kegiatan dalam mnghadiri RAT kpri Biwara Kec. Balen, yang dilaksanakan pada hari Minggu Tgl 15 Januari 2023.